Kapan Seseorang Benar-benar Harus Mulai Cuci Darah? Kenali Tanda dan Syarat Medisnya


Menerima vonis bahwa fungsi ginjal menurun adalah momen yang berat bagi siapa pun. Pertanyaan yang paling sering muncul di benak pasien dan keluarga adalah: "Kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mulai cuci darah? Apakah harus sekarang, atau bisa ditunda?"

Keputusan untuk memulai hemodialisis atau cuci darah tidak diambil secara sembarangan oleh dokter. Ada indikator medis yang terukur dan gejala fisik yang menjadi alarm bahwa tubuh sudah tidak mampu lagi menoleransi penumpukan racun. Artikel ini akan membahas secara mendalam kapan seseorang benar-benar harus memulai cuci darah.

Memahami Angka GFR: Kompas Utama Fungsi Ginjal
Dalam dunia medis, penentu utama tingkat keparahan gagal ginjal adalah GFR (Glomerular Filtration Rate) atau Laju Filtrasi Glomerulus. Angka ini menunjukkan seberapa banyak darah yang mampu disaring oleh ginjal setiap menitnya.
  • Gagal Ginjal Tahap Akhir (Stadium 5): Terjadi ketika angka GFR turun di bawah 15 ml/menit.
  • Titik Mulai Dialisis: Umumnya, dokter mulai mempersiapkan pasien untuk cuci darah ketika GFR berada di angka 10 hingga 15 ml/menit. Namun, jika pasien memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, dokter mungkin menyarankan lebih awal.
Penting untuk diingat bahwa angka bukan satu-satunya penentu. Dokter juga akan melihat bagaimana kondisi fisik pasien secara keseluruhan.


Tanda-Tanda Tubuh yang Menunjukkan Harus Segera Cuci Darah
Selain hasil laboratorium, tubuh biasanya memberikan "sinyal bahaya" bahwa racun sudah terlalu tinggi di dalam darah (kondisi ini disebut Uremia). Berikut adalah gejala yang sering menjadi indikator utama:

1. Pembengkakan yang Parah (Edema)
Ketika ginjal gagal membuang kelebihan cairan, air akan menumpuk di berbagai bagian tubuh. Jika Anda mengalami bengkak hebat di pergelangan kaki, tangan, hingga kelopak mata, dan tidak membaik dengan obat pereda (diuretik), ini adalah tanda ginjal sudah kewalahan.

2. Sesak Napas Akibat Penumpukan Cairan
Ini adalah kondisi darurat. Cairan yang tidak bisa keluar melalui urine dapat "nyeberang" ke paru-paru (edema paru). Pasien akan merasa sesak napas seolah-olah sedang tenggelam, bahkan saat sedang duduk atau berbaring.

3. Mual, Muntah, dan Hilangnya Nafsu Makan
Penumpukan racun ureum dalam darah memengaruhi sistem pencernaan. Pasien sering merasa mual yang sangat mengganggu, muntah-muntah, dan rasa logam di mulut (metallic taste), sehingga berat badan turun drastis.

4. Perubahan Kesadaran dan Fungsi Saraf
Racun uremia yang sangat tinggi dapat menyerang sistem saraf pusat. Tanda-tandanya meliputi sulit berkonsentrasi, kebingungan mental, rasa kantuk yang tidak wajar, hingga kejang atau penurunan kesadaran (koma uremikum).

Limbah metabolisme yang tidak terbuang dapat keluar melalui pori-pori kulit dalam bentuk kristal uremik, yang menyebabkan rasa gatal luar biasa yang tidak hilang dengan salep kulit biasa.


Kondisi Medis Darurat (Indikasi Absolut)
Dalam beberapa kasus, cuci darah harus dilakukan segera tanpa menunggu hitungan hari. Kondisi ini disebut indikasi absolut, di antaranya:
  • Hiperkalemia: Kadar kalium dalam darah yang sangat tinggi. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan henti jantung mendadak.
  • Asidosis Metabolik Berat: Darah menjadi terlalu asam dan tidak bisa lagi diseimbangkan dengan obat-obatan.
  • Perikarditis: Peradangan pada lapisan jantung akibat iritasi dari racun uremia.
  • Oliguria/Anuria: Kondisi di mana pasien hampir tidak mengeluarkan urine sama sekali meskipun sudah minum atau diberi obat pemicu kencing.


Mengapa Tidak Boleh Menunda Cuci Darah?
Banyak pasien mencoba menunda cuci darah karena takut atau ingin mencoba pengobatan alternatif. Namun, menunda cuci darah saat tubuh sudah menunjukkan gejala uremia sangat berisiko.

Menunda tindakan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ lain seperti jantung dan paru-paru. Selain itu, kondisi tubuh yang sudah sangat drop akan membuat proses cuci darah pertama kali menjadi lebih berat dan berisiko komplikasi. Memulai cuci darah dalam kondisi tubuh yang masih stabil justru memberikan peluang kualitas hidup yang jauh lebih baik.
Persiapan Sebelum Memulai

Jika dokter sudah menyatakan Anda harus segera mulai, biasanya ada beberapa persiapan yang dilakukan:
  • Pembuatan Akses Jalan Darah: Bisa berupa pemasangan kateter di leher (untuk kondisi darurat) atau pembuatan Cimino/AV Fistula di lengan (untuk jangka panjang).
  • Edukasi Psikologis: Memahami bahwa cuci darah adalah alat bantu, bukan hukuman, sangat penting untuk kesehatan mental pasien.
  • Vaksinasi: Pasien gagal ginjal disarankan mendapatkan vaksinasi tertentu, seperti Hepatitis B, karena akan sering berhubungan dengan prosedur medis.


Kesimpulan
Waktu terbaik untuk mulai cuci darah adalah sebelum terjadi komplikasi fatal. Jangan menunggu sampai sesak napas hebat atau penurunan kesadaran terjadi. Jika GFR Anda sudah di bawah 15 dan mulai muncul gejala mual serta bengkak, segera konsultasikan dengan dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi (Sp.PD-KGH).

Ingat, cuci darah bukan berarti akhir dari segalanya. Bagi banyak orang, ini adalah awal dari perasaan tubuh yang lebih segar karena darah mereka akhirnya bebas dari racun.