Mengatur asupan cairan adalah tantangan terbesar bagi hampir semua pasien cuci darah. Ketika ginjal tidak lagi mampu membuang air, setiap tetes yang Anda minum akan menumpuk di dalam tubuh, membebani jantung, dan membuat sesi cuci darah menjadi lebih melelahkan karena penarikan cairan yang terlalu drastis.
Berikut adalah beberapa tips praktis untuk mengendalikan rasa haus dan mengatur asupan cairan agar kenaikan berat badan di antara dua sesi (disebut Interdialytic Weight Gain atau IDWG) tetap aman:
Strategi Mengendalikan Rasa Haus dan Cairan
Tujuannya bukan sekadar "menahan kencing", tapi mengurangi keinginan untuk minum sejak awal.
1. Batasi Garam (Natrium) Secara Ketat
Garam adalah penyebab utama rasa haus. Semakin banyak garam yang Anda makan, semakin kuat sinyal otak yang memerintahkan Anda untuk minum.
- Hindari makanan kaleng, saus botolan, penyedap rasa (MSG), dan camilan asin.
- Gunakan rempah alami seperti bawang putih, jahe, atau perasan lemon untuk memberi rasa pada makanan tanpa harus menambah banyak garam
.
2. Gunakan Gelas Berukuran Kecil
Psikologi berperan besar di sini. Menggunakan gelas besar akan membuat Anda cenderung menuang lebih banyak air. Gunakan gelas kecil (ukuran 100-150 ml) agar porsi minum Anda terlihat lebih "penuh" dan memuaskan secara visual.
3. Trik "Es Batu" untuk Rasa Haus yang Hebat
Jika tenggorokan terasa sangat kering, jangan langsung menenggak air. Ambillah satu butir kecil es batu dan kulumlah perlahan.
- Es batu bertahan lebih lama di mulut dan memberikan sensasi dingin yang lebih menyegarkan daripada air biasa.
- Satu butir es batu sebenarnya hanya mengandung sedikit volume air dibandingkan satu tegukan besar.
4. Berkumur dengan Air Dingin
Sering kali rasa haus hanya ada di mulut dan tenggorokan. Cobalah berkumur dengan air dingin lalu buang airnya (jangan ditelan). Ini membantu melembapkan mulut tanpa menambah beban cairan di dalam tubuh.
5. Permen Karet atau Permen Masam
Mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap permen dengan rasa lemon/masam dapat merangsang produksi air liur. Ini adalah cara alami tubuh untuk menjaga mulut tetap basah tanpa perlu asupan air tambahan.
6. Waspadai "Cairan Tersembunyi"
Ingatlah bahwa yang dihitung sebagai cairan bukan hanya air putih, kopi, atau teh. Makanan berikut juga mengandung banyak air:
- Sup dan kuah sayur.
- Buah yang sangat berair (semangka, melon, jeruk).
- Es krim, puding, dan agar-agar.
Cara Menghitung Jatah Minum Harian
Dokter biasanya memberikan rumus harian untuk jumlah cairan yang boleh masuk ke tubuh Anda. Umumnya rumusnya adalah:
- Jumlah Urine 24 Jam + (500 ml s/d 750 ml)
- Jika Anda masih bisa buang air kecil sebanyak 200 ml sehari, maka jatah minum Anda totalnya sekitar 700–900 ml per hari.
- Gunakan wadah atau botol khusus berukuran 1 liter untuk menampung jatah cairan harian Anda. Setiap kali Anda minum, tuangkan dari botol tersebut agar Anda tahu persis berapa sisa "kuota" Anda hingga esok hari.
Dengan disiplin menjaga cairan, Anda akan merasa jauh lebih nyaman saat menjalani sesi cuci darah—tanpa sesak napas, tanpa kram otot yang menyiksa, dan jantung Anda akan jauh lebih sehat dalam jangka panjang.
