Cara Memerah ASI dengan Tangan: Menguasai Teknik Marmet untuk Kondisi Darurat


Bagi seorang ibu menyusui, kemampuan untuk mengeluarkan ASI adalah keterampilan krusial yang sering kali dianggap remeh hingga situasi darurat tiba. Bayangkan jika pompa ASI elektrik Anda tiba-tiba rusak saat listrik padam, atau Anda tertinggal tas perlengkapan bayi saat berada di perjalanan. Dalam kondisi terdesak seperti ini, tangan Anda adalah alat paling canggih dan higienis yang Anda miliki.

Teknik Marmet, yang dikembangkan oleh Lyra Marmet, merupakan metode memerah ASI secara manual yang menggabungkan cara memijat dan menekan payudara untuk merangsang refleks pengeluaran ASI (let-down reflex). Teknik ini dianggap sebagai standar emas karena lebih efektif dan nyaman dibandingkan sekadar memencet puting.


Mengapa Memilih Teknik Marmet di Kondisi Darurat?
Mengandalkan teknologi memang memudahkan, namun teknik manual memiliki keunggulan tersendiri, terutama saat situasi tidak mendukung:

1. Tanpa Ketergantungan Alat
Tidak perlu listrik, baterai, atau suku cadang pompa yang rumit.

2. Lebih Higienis
Pompa yang tidak dibersihkan dengan benar bisa menjadi sarang bakteri. Dengan tangan yang dicuci bersih, risiko kontaminasi dapat diminimalisir.

3. Stimulasi Kulit ke Kulit
Sentuhan tangan langsung pada payudara dapat memicu hormon oksitosin lebih cepat dibandingkan plastik dari corong pompa.

4. Efisien untuk Kolostrum
Bagi ibu yang baru melahirkan, teknik tangan jauh lebih efektif untuk mengeluarkan kolostrum yang kental dibandingkan mesin pompa.


Langkah-Langkah Melakukan Teknik Marmet
Sebelum memulai, pastikan Anda berada dalam posisi yang rileks. Stres adalah musuh utama produksi ASI. Jika memungkinkan, carilah tempat yang tenang dan minumlah segelas air hangat.

1. Persiapan dan Kebersihan
Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir hingga benar-benar bersih. Siapkan wadah steril (botol atau cangkir bermulut lebar) untuk menampung ASI. Jika dalam keadaan darurat tidak ada botol steril, gunakan gelas kaca bersih yang sudah dibilas air panas.

2. Stimulasi Payudara (Pemanasan)
Jangan langsung menekan payudara. Anda perlu "membangunkan" kelenjar susu terlebih dahulu agar ASI mengalir lancar.
  • Pijat: Gunakan ujung jari untuk memutar dengan lembut pada satu titik di payudara, lalu pindah ke titik lain melingkar menuju areola.
  • Usap: Usap payudara dengan lembut dari arah dada menuju ke arah puting dengan gerakan seperti membelai.
  • Guncang: Membungkuklah sedikit dan guncangkan payudara dengan lembut agar gravitasi membantu ASI turun ke arah puting.

3. Posisi Tangan (The "C" Hold)
Letakkan ibu jari di bagian atas areola (sekitar 2-3 cm di belakang puting) dan dua jari lainnya (telunjuk dan jari tengah) di bagian bawah areola, membentuk huruf "C". Pastikan jari-jari Anda tidak menutupi puting agar ASI bebas keluar.

4. Gerakan Menekan dan Melepas
Langkah ini adalah inti dari Teknik Marmet:
  • Tekan ke Belakang: Tekan jari-jari Anda ke arah dinding dada. Jangan melebarkan jari, tetaplah pada posisi huruf C.
  • Pijat/Gencet: Tekan ibu jari dan jari-jari lainnya secara bersamaan dengan gerakan menggulung ke depan (bukan menggeser kulit). Gerakan ini menekan sinus laktiferus (kantong ASI) di bawah areola.
  • Lepas: Lepaskan tekanan untuk membiarkan sinus terisi kembali, lalu ulangi secara berirama.

5. Rotasi Jari
Agar semua bagian payudara terosongkan secara merata, pindahkan posisi jari melingkar (seperti arah jarum jam). Misalnya, dari posisi jam 12 dan jam 6, pindah ke posisi jam 2 dan jam 8.


Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Seringkali ibu merasa kesakitan saat memerah dengan tangan karena teknik yang kurang tepat. Perhatikan hal-hal berikut agar tidak terjadi lecet atau trauma pada jaringan payudara:

1. Jangan Meremas Puting
Memencet atau menarik puting tidak akan mengeluarkan ASI secara efektif dan justru menyebabkan rasa sakit luar biasa. ASI berada di dalam kantong di belakang areola, bukan di dalam puting itu sendiri.

2. Jangan Menggesek Kulit
Gerakan jari harus menekan, bukan menggosok permukaan kulit. Menggosok kulit payudara berulang kali dapat menyebabkan luka bakar gesek atau lecet.

3. Jangan Memaksa
Jika ASI tidak langsung keluar, jangan menekan terlalu keras. Kembalilah ke tahap stimulasi (pijat lembut) untuk memicu hormon oksitosin.
Tips Sukses di Saat Darurat

Kondisi darurat biasanya disertai dengan rasa panik. Untuk menjaga aliran ASI tetap stabil, gunakan trik psikologis berikut:

1. Visualisasi: 
Bayangkan bayi Anda sedang menyusu dengan lahap atau bayangkan aliran air terjun yang tenang.

2. Gunakan Foto atau Video Bayi
Jika Anda terpisah dari bayi, melihat foto atau mendengarkan rekaman suara bayi menangis dapat memicu refleks pengeluaran ASI secara instan.

3. Kompres Hangat
Jika tersedia, gunakan kain yang dibasahi air hangat dan tempelkan pada payudara selama beberapa menit sebelum memulai teknik Marmet. Ini akan membantu melebarkan saluran ASI.


Menjaga Kualitas ASI Hasil Perahan Tangan
Setelah berhasil memerah dalam kondisi darurat, pastikan ASI tetap aman untuk dikonsumsi. ASI perah (ASIP) dapat bertahan pada suhu ruang sekitar 25 derajat Celcius selama kurang lebih 4 jam. Jika Anda berada di lingkungan yang sangat panas, usahakan segera memberikan ASIP tersebut kepada bayi atau mencari akses pendingin sesegera mungkin.

Menguasai Teknik Marmet bukan hanya soal cara memerah ASI, melainkan soal kemandirian seorang ibu dalam menjamin nutrisi bayinya dalam kondisi apa pun. Latihlah teknik ini sesekali di waktu senggang, sehingga saat kondisi darurat benar-benar terjadi, tangan Anda sudah terlatih dan refleks Anda sudah siap. Dengan ketenangan dan teknik yang benar, Anda tidak akan lagi merasa tidak berdaya tanpa mesin pompa.
Daftar Sekarang Juga ! Gratis
Jilbab Syari
close
Jilbab Syari